Bantenraya.co | PANDEGLANG
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Indonesia Husada Mandiri (IHM) menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Kesehatan Konseling Menyusui (End User) Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di fasilitas pelayanan kesehatan wilayah Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 40 tenaga kesehatan yang berasal dari puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang. Peserta terdiri dari bidan desa, penanggung jawab Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Tenaga Pelaksana Gizi (TPG).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Eniyati, SKM., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pembekalan komprehensif kepada peserta, meliputi praktik konseling menyusui, teknik pendampingan ibu menyusui, identifikasi permasalahan laktasi, serta strategi komunikasi efektif untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
“Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan langkah strategis dalam mendukung penurunan angka stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Eniyati.
Menurutnya, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan kemampuan konseling yang baik, diharapkan cakupan ASI eksklusif dapat terus meningkat dan kualitas pelayanan maternal dan neonatal semakin optimal.
Melalui pelatihan ini, Lembaga Pelatihan Indonesia Husada Mandiri (IHM) menghadirkan instruktur tersertifikasi yang memberikan materi secara teori dan praktik lapangan sesuai dengan standar nasional pelayanan konseling menyusui.
Dengan terselenggaranya pelatihan tersebut, diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari serta menjadi agen perubahan dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik menyusui di masyarakat.
“Pelatihan ini menjadi wujud komitmen bersama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang dan IHM dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar, khususnya program kesehatan ibu dan anak,” pungkas Eniyati. (ian/dam)







