Bantenraya.co | LEBAK
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak melakukan kunjungan kerja ke sejumlah destinasi wisata strategis di wilayah Kota Rangkasbitung. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda resmi Pemerintah Kabupaten Lebak dalam memantau perkembangan serta kesiapan infrastruktur penunjang sektor pariwisata di pusat kota.
Dalam peninjauan tersebut, Disbudpar Lebak mengunjungi beberapa lokasi yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi, di antaranya Museum Multatuli, Pameran Epilogue, Pojok Baca Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lebak, Imah Batik Sahate, serta kawasan Water Toren Rangkasbitung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas, aksesibilitas, serta potensi pengembangan destinasi wisata dalam rangka menyambut wisatawan lokal maupun luar daerah.
Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi lintas sektor dalam mewujudkan aglomerasi pariwisata perkotaan yang terpadu di Kota Rangkasbitung.
“Kami ingin seluruh potensi wisata yang ada di Kota Rangkasbitung ini terintegrasi dalam satu konsep pengembangan kawasan, sehingga wisatawan dapat menikmati berbagai destinasi dalam satu jalur yang saling terhubung,” ujar Yosep, Kamis (18/12/2025).
Menurut Yosep, Museum Multatuli masih menjadi ikon utama wisata sejarah dan sastra di Kabupaten Lebak yang perlu terus dijaga serta diperkuat daya tariknya. Sementara itu, Pameran Epilogue dan Imah Batik Sahate dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan seni budaya dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.
“Destinasi ini tidak hanya menampilkan nilai budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM, pengrajin, dan seniman lokal untuk berkembang,” katanya.
Selain wisata budaya, Disbudpar Lebak juga menaruh perhatian pada pengembangan wisata edukasi melalui integrasi Pojok Baca Dinas Perpustakaan dan Arsip ke dalam jalur wisata literasi. Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman wisata yang edukatif, khususnya bagi pelajar dan generasi muda.
Seluruh destinasi yang ditinjau direncanakan akan terhubung secara tematik dengan kawasan Water Toren Rangkasbitung yang dipertahankan sebagai landmark sejarah sekaligus ruang publik.
Sementara itu, Kepala Museum Multatuli, Ubaydillah, mengatakan bahwa destinasi wisata di wilayah perkotaan Rangkasbitung cukup diminati oleh pengunjung. Ia menyebutkan, Museum Multatuli rata-rata dikunjungi sekitar 100 orang per hari.
“Pengunjung datang untuk menikmati wisata sejarah dan fasilitas yang tersedia di museum,” kata Ubaydillah.
Melalui pengembangan aglomerasi pariwisata perkotaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap kunjungan wisatawan terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (eem/dam)







