Inflasi Naik Terus, LSM Minta Mendagri Evaluasi Yedi Rahmat

Selasa, 23 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | SERANG

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparansi For Masyarakat Banten (Transformer) meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengkaji ulang jabatan Yedi Rahmat selaku Penjabat (Pj) Walikota Serang. Hal tersebut perlu dilakukan karena Yedi dianggap telah gagal mengendalikan inflasi pada wilayah yang dipimpinnya.

Menurut Tubagus Irfan Taufan, Ketua LSM Transformer, bila perlu Mendagri mencopot Yedi Rahmat sebagai Pj Walikota Serang, sebagaimana telah dilakukan pada Pj Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan. Kata dia, Dikdik dicopot karena dianggap telah gagal mengendalikan inflasi selama tiga  bulan berturut-turut, pada bulan Mei, Juni dan Juli 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal yang sama juga terjadi di Kota Serang. Sejak bulan Januari hingga sekarang (bulan April) inflasi Kota Serang terus mengalami kenaikan,” ungkap Irfan.

Baca Juga :  Pj Walikota Tegaskan Larangan Judi Online Bagi ASN

Dijelaskan, pada bulan Januari 2024 inflasi Kota Serang mencapai 2,06 persen, dan bulan Februari 2024 menjadi 2,78 persen.

“Akibat adanya kenaikan harga beras, angka inflasi di Kota Serang meningkat di bulan Februari 2024 menjadi 2,78 persen. Sebagaimana pernah disampaikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada rapat 6 Maret lalu,” jelasnya.

Dilanjutkan Irfan, belum lama ini Asda II Kota Serang juga menyampaikan bahwa inflasi Kota Serang kembali mengalami kenaikan. Kenaikan kali ini, tambahnya, dipicu oleh kenaikan harga bawang merah.

“Akibatnya Kota Serang mengalami inflasi sebesar 3,5 persen pada April ini, naik dari sebelumnya 3,2 persen di bulan Maret,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pj Walikota Serang Berharap Penerima Bantuan Kesejahteraan Sosial Tepat Sasaran

Meski tingkat inflasi Kota Serang masih di bawah wilayah lain di Banten, namun kata dia, inflasi yang terus mengalami kenaikan setiap bulan menjadi bukti ketidakseriusan Pj Walikota Serang dalam mengendalikan inflasi. Menurutnya, bila serius, tentu inflasi di Kota Serang sempat mengalami penurunan atau minimal stabil.

“Kalau daerah lain, yang kondisi geografisnya sulit diakses, kita masih bisa maklum. Kota Serang kan, merupakan ibukota Provinsi, tentunya distribusi dapat lebih mudah dilakukan. Kalau harga beras mahal, harga bawang mahal berarti ada yang dengan manajemennya,” pungkasnya. (*)

Penulis : nas

Editor : dwi teguh

Berita Terkait

Perumda Tirta Benteng Diduga Gelar Lelang Diam-diam, Proyek Rp 2,4 Triliun Picu Kontroversi
KPU Sajikan Konsumsi Tidak Layak saat Cabut Nomor Urut
Bawaslu Mulai Proses Kasus Coklit KPU Main Mata Dengan Mad Romli
Upaya Cegah Judi Online, Hp Pegawai dan Kades Kecamatan Ciomas Disidak
Seleksi Calon Direktur PT TNG Bakal Digugat ke PTUN
KPU Kabupaten Tangerang “Main Mata” Dengan Mad Romli
Davina Karamoy Dapat Peran Menantang
Diduga Sebar Black Campaign KNPI Tidak Netral, Dewan Amud Menyangkal
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Desember 2024 - 17:20 WIB

Perumda Tirta Benteng Diduga Gelar Lelang Diam-diam, Proyek Rp 2,4 Triliun Picu Kontroversi

Rabu, 25 September 2024 - 19:54 WIB

KPU Sajikan Konsumsi Tidak Layak saat Cabut Nomor Urut

Kamis, 4 Juli 2024 - 14:22 WIB

Bawaslu Mulai Proses Kasus Coklit KPU Main Mata Dengan Mad Romli

Selasa, 2 Juli 2024 - 15:53 WIB

Upaya Cegah Judi Online, Hp Pegawai dan Kades Kecamatan Ciomas Disidak

Sabtu, 29 Juni 2024 - 21:31 WIB

Seleksi Calon Direktur PT TNG Bakal Digugat ke PTUN

Berita Terbaru