bantenraya.co | PANDEGLANG
Perwakilan Inspektur Jenderal (Itjen) Kementerian Kesehatan melakukan review pada pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi pada hasil uji fisik yang dilakukan pada 2 lokasi Puskesmas dan 1 Labkesda.
Review tersebut di lakukan Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten -Banten ,review tersebut dihadiri juga pada agenda tersebut perwakilan dari Inspektorat (Irban 3), Bappeda kabupaten . Pandeglang serta Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang bidang Aset Daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Kesehatan Warseno, menyampaikan dengan adanya review projek SOPHI inPlus (Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia- Indonesia Public Health Laboratory System Strengthening.)
Diharapkan hasil review ini, bisa menjadi dasar dalam merencanakan dan menentukan usulan kebutuhan alat kesehatan pada masing – masing Puskesmas yang tersebar di kabupaten pandeglang
Karena Proyek SOPHI inPuls Tahun 2025 adalah program usulan atau dasar perencanaan dan menentukan usulan kebutuhan alat kesehatan di masing masing puskesmas agar bisa bisa masuk ke dalam usulan pada proyek SOPHI inPuluss tahun2025
Sylvianti Tri Maharani, S.Farm, Apt.,MPH. Bidang SDK(Sumber Daya Kesehatan ) seksi sarama dan Prasaran Pada Dinas kesehatan Kabupaten Pandeglang saat di kompermasi mengatakan dengan adanya pelaksanaan monotoring dari Irjen kesehatan RI adalah tindak lanjut pengusulan alat kesehatan untuk Puskesmas melalui proyek Sophi dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) melalui InPULS harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Kemenkes RI.
Evaluasi atau Review sangat penting karena agar puskesmas dan Labkesmas bisa mendapatkan bantuan alat-alat Kesehatan yang dibutuhkan dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Ini adalah validasi atau verifikasi sekaligus review dari tim dari Kementerian Kesehatan ingin memastikan bahwa usulan terkait dengan alat-alat kesehatan untuk puskesmas itu Sophi dan juga InPULS untuk laboratorium, betul-betul sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelas Syilvianti
Syilvianti menambahkan bahwa evaluasi dan Monotoring atau rivew ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala di lapangan dan memperjelas posisi Dinas Kesehatan kabuaten pandeglang dalam membantu puskesmas menyelesaikan proses pengusulan.
Rivew hari ini untuk melihat sejauh mana usulan usulan alat kesehatan yang di butuhkan puskesmas yang tersebar di kabupaten pandeglang
Karena sebelumnya Project SOPHI – InPULS di wilayah Kab. Pandeglang. Sudah di sosilasisakan oleh kementrian kesehatan dan pada hari ini adalah riview
tahapan pengusulan itu sudah dilalui. Kemudian yang kedua apakah ada hal yang perlu tim dinas kesehatan tindak lanjuti untuk melengkapi usulan itu tersebut
Dan dipastikan semua puskesmas sudah mengusulkan kata Syilfianti
“Hasil review ini, bisa menjadi dasar dalam merencanakan dan menentukan usulan kebutuhan alat kesehatan pada masing – masing Puskesmas untuk masuk ke dalam usulan pada Proyek SOPHI inPuls Tahun 2025,” singkatnya . (ian/dam)







