Lima Pasar di Kota Serang Terbengkalai, Walikota Akan Lakukan Evaluasi

Kamis, 13 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | SERANG

Sebanyak lima pasar tradisional di Kota Serang hingga kini terbengkalai dan belum difungsikan sebagaimana mestinya. Kondisi ini diduga terjadi akibat kurangnya kajian mendalam sebelum pembangunan dimulai, sehingga berujung pada pemborosan anggaran.

Kelima pasar yang mangkrak tersebut adalah Pasar Lebak Wangi di Kecamatan Walantaka, Pasar Taktakan di Kecamatan Taktakan, Pasar Jenggot Margaluyu di Kecamatan Kasemen, Pasar Banjarsari di Kecamatan Cipocok Jaya, serta Sentra Industri Kecil Menengah (IKM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengakui permasalahan tersebut dan menyatakan akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Lebak Larang Perpisahan Sekolah

“Iya, betul (mangkrak),” kata Budi, kemarin.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan kajian bersama tim Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang untuk mencari solusi terbaik. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah membuka trayek angkutan umum menuju pasar-pasar tersebut guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

“Kita lihat dari hasil kajian. Kalau memang masalahnya karena tidak ada angkutan umum, ya kita akan buat trayek ke sana. Tapi kalau memang tidak memungkinkan, ya mungkin tidak akan difungsikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Anyar Diizinkan Renovasi Kiosnya Asal Tidak Mengubah Struktur Bangunan

Budi juga mengungkapkan bahwa pembangunan pasar-pasar tersebut dilakukan tanpa analisis yang matang. “Karena awalnya memang tanpa ada kajian. Udah tahu tempat sepi, tapi tetap dibangun pasar,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa pihaknya telah menginventarisasi kondisi pasar-pasar tersebut dan berencana mengaktifkannya secara bertahap.

“Insya Allah semuanya sudah diinventarisasi. Tapi nggak bisa langsung digas semua dalam setahun,” pungkasnya. (hed/BN/ris)

Berita Terkait

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026
Wagub Minta BAZNAS Banten Buat Terobosan Program Zakat
Wagub Banten Ajak Kaum Perempuan Produktif Berwirausaha
Pemkot Serang Musnahkan 2.829 Botol Miras Hasil Razia
Banten Marathon Jadi Magnet Sport Tourism Daerah
Indikator Makro Banten 2025 Tunjukkan Tren Membaik
Operasi Ketupat Maung 2026, Pelanggaran dan Kecelakaan Menurun
Berita ini 788 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:47 WIB

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Selasa, 14 April 2026 - 13:45 WIB

Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026

Rabu, 8 April 2026 - 15:27 WIB

Wagub Minta BAZNAS Banten Buat Terobosan Program Zakat

Selasa, 7 April 2026 - 11:54 WIB

Wagub Banten Ajak Kaum Perempuan Produktif Berwirausaha

Selasa, 7 April 2026 - 11:48 WIB

Pemkot Serang Musnahkan 2.829 Botol Miras Hasil Razia

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB