Pelaku Penganiayaan Anak Harus Dihukum Maksimal

Selasa, 2 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni

bantenraya.co | JAKARTA

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua maupun keluarga anak dalam pengasuhan yang melibatkan baby sitter maupun pihak luar lainnya. Hal ini tak lain demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan pada anak.

“Tak bisa dipungkiri, meskipun sudah ada baby sitter kita sebagai orang tua maupun keluarga harus terus berhati-hati dan mengawasi pengasuhan, apalagi yang dilakukan pihak luar. Background check juga harus benar-benar dilakukan ketika akan melakukan rekrutmen dan saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya,” papar Sahroni kepada awak media di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/4/2024).

Hal tersebut dia ungkapkan merespon kasus suster pengasuh yang menganiaya anak selebgram Malang, Aghnia Punjabi. Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut meminta pihak penegak hukum agar menjatuhi hukuman maksimal kepada pelaku sadis tersebut.

“Ini tindakan yang terlalu keji. Saya minta pelaku benar-benar dihukum maksimal agar jadi pesan di masyarakat bahwa tak ada pelaku penganiayaan anak yang bisa santai-santai setelah melakukan tindakannya. Apalagi kekejian ini dilakukan pada anak kecil yang tidak salah apa,” kata Sahroni.

Dia pun memastikan bahwa hukum di Indonesia dapat membawa keadilan dan rasa aman bagi semua pihak, terutama korban. “Kita sama-sama pastikan hukum di negeri ini akan selalu tegas, tidak pandang bulu, dan memberikan keadilan serta rasa aman,” tandas Sahroni.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa TPA Rawa Kucing

Sampai saat ini polisi telah menangkap IPS (27), suster pengasuh yang menganiaya anak selebgram Malang Aghnia Punjabi. Setelah menjalani pemeriksaan maraton serta dilakukan gelar perkara, polisi resmi menetapkan IPS sebagai tersangka.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto, Sabtu (30/3), menyebut tersangka memukul korban menggunakan buku, menyiram dengan minyak gosok, hingga membekap korban dengan boneka. Tersangka kini diancam hukuman penjara lima tahun. (*)

Penulis : arg

Editor : dwi teguh

Berita Terkait

Davina Karamoy Dapat Peran Menantang
Diduga Sebar Black Campaign KNPI Tidak Netral, Dewan Amud Menyangkal
Prostitusi Online Michat Sudah Sampai ke Sentul Balaraja
Warga Harapkan Proyek U-Ditc Selesai dengan Maksimal
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Akses Jalan Rusak Parah
Mahasiswi Unpam Meninggal Terlindas Truk Tonase Besar
Korban Pesawat Jatuh Tewas Akibat Benturan
Jalan Rusak Parah, Guru dan Siswa SD di Kota Serang Kesulitan ke Sekolah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 14:38 WIB

Davina Karamoy Dapat Peran Menantang

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:18 WIB

Diduga Sebar Black Campaign KNPI Tidak Netral, Dewan Amud Menyangkal

Minggu, 9 Juni 2024 - 19:20 WIB

Prostitusi Online Michat Sudah Sampai ke Sentul Balaraja

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:10 WIB

Warga Harapkan Proyek U-Ditc Selesai dengan Maksimal

Minggu, 2 Juni 2024 - 19:33 WIB

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Akses Jalan Rusak Parah

Rabu, 29 Mei 2024 - 13:25 WIB

Mahasiswi Unpam Meninggal Terlindas Truk Tonase Besar

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:28 WIB

Korban Pesawat Jatuh Tewas Akibat Benturan

Minggu, 19 Mei 2024 - 20:12 WIB

Jalan Rusak Parah, Guru dan Siswa SD di Kota Serang Kesulitan ke Sekolah

Berita Terbaru

Pilkada 2024

Serahkan 233.302 Berkas Calon Perseorangan, Zul-Lerru Optimis Lolos

Sabtu, 15 Jun 2024 - 09:11 WIB

Kabupaten Tangerang

Sabet 138 Medali, Kontingen Kabupaten Tangerang Masuk Tiga Besar POPDA 2024

Jumat, 14 Jun 2024 - 13:14 WIB

Kabupaten Tangerang

Sekda : Pedagang Lama Dapat Prioritas Utama Lapak Pasar Mauk

Jumat, 14 Jun 2024 - 10:57 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Berhasil Ringkus Bandar Sabu di Dua Tempat

Jumat, 14 Jun 2024 - 10:17 WIB