Pemkab Lebak Percepat Penurunan Stunting

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, melakukan percepatan penurunan prevalensi stunting untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Yosef Muhammad Holis mengatakan, pemerintah daerah memiliki komitmen tinggi untuk melaksanakan percepatan penurunan stunting dengan berbagai strategi agar ke depan tidak ada lagi anak stunting.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, Kabupaten Lebak menjadi daerah lokus stunting, sehingga percepatan penurunan harus dilakukan dengan optimal dan melibatkan berbagai komponen mulai organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan, BUMN, lembaga hukum, pengusaha, lembaga agama, dan tokoh masyarakat.

Saat ini jumlah anak stunting di Kabupaten Lebak tahun 2024 tercatat sebanyak 5.221 balita atau 32,4 persen.

“Kami pada tahun 2025 menargetkan penurunan stunting menjadi 28,9 persen atau 4.657 balita,” kata Yosef di Pendopo Pemkab Lebak, Kamis (30/10/2025).

Kata Yosef, pihaknya melaksanakan penanganan stunting dengan dua strategi, yakni kuratif dan preventif.

Baca Juga :  Okta Kumala Dewi Resmi Buka OKTA CUP 2025 di UMJ: Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda di Lapangan Hijau

Untuk penanganan kuratif, kata dia, dilakukan intervensi dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

Selanjutnya, bayi berusia dua tahun tahun diwajibkan mendapat pelayanan posyandu agar terpantau tumbuh kembang kondisi bayi.

Bayi berusia dua tahun dilakukan pemantauan berat badan dan tinggi badan, serta pemberian asupan makanan tambahan.

“Kita prioritaskan penanganan stunting dari 1.000 hari pertama kehidupan dan pada usia dua tahun juga diberikan asupan makanan bergizi dan pelayanan kesehatan,” ujar Yosef.

Selanjutnya, penanganan preventif dilakukan intervensi dari hulu mulai remaja putri khususnya pelajar sekolah dengan pemberian tablet tambah darah (TTD), kemudian yang hendak menikah wajib terdaftar pada aplikasi elsimil BKKBN, untuk mendapatkan pembekalan dan edukasi.

Selain itu, selama kehamilan wajib periksa kesehatan ke tenaga medis, seperti dokter dan bidan di puskesmas setempat serta jika mereka mengalami kekurangan energi kronik (KEK) dipastikan mendapatkan TTD agar melahirkan bayi tidak stunting.

Baca Juga :  Dewan Fraksi Nasdem Gelar Sunatan Masal Bareng Dinkes

Begitu juga bagi pasangan usia subur (PUS) agar menjadi peserta KB guna membatasi jarak kelahiran anak, serta masyarakat diminta tidak menikahkan putra-putri mereka pada usia anak.

“Kami yakin jika dua strategi itu dilakukan maka percepatan penurunan stunting bisa terealisasi sesuai target yang ditentukan pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah mengatakan pihaknya dalam mencegah pernikahan dini berkolaborasi dengan Duta Genre (Generasi Berencana) membentuk kelompok pusat informasi konseling dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja, sebab penyumbang stunting terbesar itu akibat pernikahan dini.

“Kita minta para orang tua agar tidak menikahkan anak usia dini agar Lebak terbebas dari stunting untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045,” kata Tuti. (jat/dam)

Berita Terkait

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 April 2026 - 13:38 WIB

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Berita Terbaru