bantenraya.co | JAKARTA
Ketua Kompartemen Advokasi Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia (Petani), Tunjung Budi Utomo, menyatakan dukungan penuhnya terhadap wacana Presiden Prabowo Subianto, mengevakuasi warga sipil Palestina ke Indonesia, sebagai bentuk respons atas eskalasi krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di wilayah Gaza.
Tunjung menyebut langkah Prabowo bukan hanya cerminan dari empati dan kepedulian mendalam bangsa Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina, tetapi juga merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang tertanam dalam konstitusi Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Presiden Prabowo telah menunjukkan bahwa Indonesia hadir bukan sekadar sebagai penonton tragedi kemanusiaan, tetapi sebagai pelaku aktif dalam menjaga martabat manusia,” ujar Tunjung dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (13/04/2025).
Ia menegaskan, langkah evakuasi tersebut memiliki dasar hukum yang kuat, baik dalam kerangka hukum nasional maupun internasional.
“Di tingkat nasional, Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, yang salah satu asasnya adalah penghormatan terhadap hak asasi manusia. Sedangkan dalam konteks hukum internasional, Piagam PBB dan Konvensi Jenewa menegaskan kewajiban negara-negara untuk memberikan perlindungan terhadap warga sipil yang menjadi korban konflik bersenjata,” urainya.
Mantan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Negeri Padang ini menyebutkan, tidak bisa tinggal diam ketika anak-anak, perempuan, dan warga sipil Palestina terus menjadi korban kebrutalan.
“Dalam konteks prinsip non refoulement dan semangat universal Deklarasi HAM, Indonesia justru memperkuat posisinya sebagai bangsa yang beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas global,” tambahnya.
Sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial bagi petani dan nelayan, Petani melihat bahwa penderitaan rakyat Palestina adalah tanggung jawab moral bersama umat manusia.
“Kami mendukung penuh rencana evakuasi tersebut dan siap berkontribusi dalam proses kemanusiaan itu. Ini bukan hanya soal Palestina, tapi tentang bagaimana kita menjaga nurani dan keutuhan nilai kemanusiaan itu sendiri,” tutup Tunjung. (*)
Penulis : Rls
Editor : Mas







