Ribuan Ikan Cekong Terdampar di Pantai Tegal Papak Penyebab Diduga Perubahan Cuaca

Jumat, 13 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | PANDEGLANG

Ribuan ikan jenis cekong ditemukan terdampar di Pesisir Pantai Tegal Papak, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (12/12/2024). Fenomena ini mengejutkan warga setempat dan pengunjung yang melintas di lokasi.

Ikaf Fandulu, perwakilan Yayasan Planet Urgensi Indonesia, awalnya datang ke lokasi untuk melakukan penanaman pohon Malapari. Namun, ia mendapati pesisir pantai tersebut sudah dipenuhi ribuan ikan yang telah terdampar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya kami tidak niat untuk membahas ini secara umum. Kami hanya membuat status WhatsApp dan datang ke sini untuk melakukan penanaman bibit pohon, tetapi kami mendapati ribuan ikan yang sudah terdampar di sepanjang pesisir,” katanya.

Berdasarkan pantauan, ia menyebut kurang lebih sepanjang 200 meter area pantai dipenuhi ikan-ikan yang menimbulkan bau tidak sedap. “Jika terus menelusuri sepanjang pesisir pantai ini, masih banyak ikan-ikan mati yang terdampar,” ujarnya.

Warga setempat juga telah mengonfirmasi bahwa ikan yang terdampar ini jenis cekong, dan kejadian ini sudah berlangsung sejak malam sebelumnya. Pepen, salah satu warga, menyebut ribuan ikan tersebut mulai terdampar sejak pukul 07.00 WIB dan mengarah ke wilayah berbatasan Desa Tegal Papak dan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi.

Baca Juga :  Peringati Sumpah Pemuda, Pemkot Tangerang Beri Penghargaan Pemuda Berprestasi

Riza Ahmad Kurniawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, menegaskan bahwa fenomena ini bukan disebabkan oleh aktivitas geofisika atau bencana alam.

“Fenomena ini mungkin disebabkan oleh perubahan suhu yang tiba-tiba, seperti perubahan dari panas menjadi dingin, yang membuat ikan mencari tempat yang lebih nyaman untuk mencari makanan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. “Ini adalah fenomena alam yang biasa terjadi, bukan tanda akan adanya bencana alam,” tambahnya.

Menurut Javier dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), fenomena ini juga dipengaruhi oleh perubahan cuaca yang sering terjadi saat musim hujan.

Baca Juga :  Cegah Banjir, Kades Panyaungan Jaya Bangun Drainase di Gulusur Barat

“Perubahan cuaca mempengaruhi dinamika perairan seperti kadar oksigen, suhu, dan kondisi arus gelombang, yang akhirnya mempengaruhi pergerakan ikan ke perairan dangkal hingga terdampar di pesisir,” jelasnya di Kantor LPSPL Serang.

Javier menambahkan bahwa fenomena ini berkaitan dengan pergeseran nutrien yang terjadi di air dangkal selama musim hujan. Meski memerlukan kajian lebih lanjut, ia memastikan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan bencana alam.

Gelombang yang tinggi dan arus yang kencang akibat perubahan cuaca diperkirakan turut mempengaruhi pergerakan ikan. “Efek gelombang yang naik dan arus yang menjadi lebih kuat ini turut mempengaruhi lingkungan perairan dan ikan di dalamnya,” tambah Javier.

Dengan fenomena ini, para ahli dan instansi terkait akan terus memantau dan melakukan kajian mendalam untuk memahami penyebabnya lebih lanjut. Sementara itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan pesisir dari ikan yang terdampar. (ian/FB/ris)

Berita Terkait

Disnaker Kota Tangerang Perkuat Kepatuhan PPRT Melalui Evaluasi Perizinan Berbasis Risiko
Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik BUMD dan Kejari Teken MOU
Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan
Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih
Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Matangkan Arah Tataruang kota ,DCKTR Tangsel percepat Finalisasi Raperda RT RW
Bupati Dewi Apresiasi Program Karya Bakti TNI
Soma Atmaja Dorong Budaya Hukum di Tingkat Desa
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:39 WIB

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik BUMD dan Kejari Teken MOU

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:36 WIB

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:31 WIB

Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Senin, 18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Matangkan Arah Tataruang kota ,DCKTR Tangsel percepat Finalisasi Raperda RT RW

Berita Terbaru