Bantenraya.co | PANDEGLANG
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Indonesia Husada Mandiri (IHM) menyelenggarakan pelatihan kontrasepsi bagi dokter dan bidan yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan tersebar di lingkungan dinas kesehatan kabupaten pandeglang.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan keluarga berencana yang aman, berkualitas, dan sesuai standar nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut diikuti oleh 20 peserta dari puskesmas di wilayah kerja dinas kesehatan kabupaten pandeglang.
Para peserta mendapatkan atau di suguhkan beberapa materi komprehensif meliputi konseling kontrasepsi, indikasi dan kontraindikasi penggunaan berbagai metode KB, teknik pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang (AKDR/Implan), hingga penanganan efek samping.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pandeglang Hj Eniyati SKM dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan pada hari ini merupakan bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan reproduksi.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi yang lebih aman dan nyaman.
Oleh karena itu bapak atau ibu yang hadir pada kesempatan acara ini tidak semua tenaga medis , dokter maupun bidan bisa mengikuti pelatihan yang di gelar Lembaga Pelatihan Indonesia Husada Mandiri( IHM)
Karena dalam menyelenggarakan pelatihan kontrasepsi bagi dokter dan bidan yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan.
Oleh karena itu setelah bapak atau ibu selesai mengikuti acara pelatihan ke depan nya kinerja bisa di tingkatkan di masyarakat ,harap Eniyati kepala dinas kesehatan kabupaten Pandeglang .
Sementara itu,Tri Harnowo. SKM., M. Kes perwakilan Lembaga Pelatihan Indonesia Husada Mandiri menjelaskan bahwa program ini dirancang berdasarkan kebutuhan di lapangan, dengan pendekatan pelatihan yang interaktif dan berbasis kompetensi. Selain materi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung dengan pendampingan instruktur berpengalaman.
Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan berharap tenaga kesehatan dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat serta mampu melaksanakan pelayanan kontrasepsi sesuai standar prosedur operasional.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dan mitra pelatihan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Singkat nya (ian/dam)







