Pergeseran Tanah Ancam Permukiman di Bayah

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | LEBAK

Sebanyak 32 rumah di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, terancam roboh akibat pergeseran tanah yang terjadi di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, tujuh rumah dilaporkan telah dikosongkan oleh penghuninya karena mengalami keretakan parah dan dinilai tidak lagi layak ditempati.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah rumah mengalami keretakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Retakan terlihat pada dinding dan lantai rumah warga, bahkan di beberapa bangunan tampak terbelah hampir di seluruh bagian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuh rumah yang telah ditinggalkan penghuninya tampak dalam kondisi memprihatinkan. Struktur bangunan mengalami retakan di berbagai sisi dan sebagian nyaris terpisah akibat pergeseran tanah.

Salah seorang warga terdampak, Rahmi Nur, mengaku kondisi terparah terjadi sejak sekitar tiga tahun terakhir. Ia memilih mengosongkan rumahnya dan sementara waktu tinggal bersama kerabat karena khawatir bangunan roboh sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Geng Curanmor Bersenpi di Pandeglang

“Saya takut tiba-tiba rumah saya roboh. Makanya saya sudah pindah ke tempat saudara dan mengosongkan rumah,” ujar Rahmi saat ditemui di lokasi, Selasa (3/3/2026).

Menurut Rahmi, selain dirinya terdapat enam kepala keluarga lainnya yang juga telah meninggalkan rumah karena keretakan cukup parah. Sementara puluhan rumah lain masih ditempati, meski warga mengaku diliputi kekhawatiran, terutama saat musim hujan.

“Kami bukan tidak mau mengungsi, tapi mau mengungsi ke mana karena tidak ada tempat lain,” katanya.

Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, membenarkan adanya pergeseran tanah di wilayah tersebut. Ia menyebut fenomena tanah labil di Kampung Cinangga Lebak telah terjadi sejak puluhan tahun lalu, namun dampak paling signifikan dirasakan warga dalam tiga tahun terakhir.

Baca Juga :  Penerus Banten: Penolakan Produk Indonesia Efek Domino Skandal Radioaktif Cikande

“Tanah labil di Kampung Cinangga memang sudah terjadi sejak tahun 1980-an. Namun kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu. Ada 32 rumah terdampak dan tujuh kepala keluarga sudah mengungsi,” ujar Rafik.

Ia menambahkan, sekitar 32 kepala keluarga dengan jumlah jiwa hampir 150 orang saat ini terdampak langsung dan setiap hari diliputi rasa waswas.

Pemerintah desa, lanjut Rafik, telah menyiapkan lahan untuk relokasi warga. Namun, proses pemindahan terkendala ketersediaan anggaran.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten dapat segera mengambil langkah serius untuk relokasi, agar risiko yang lebih besar tidak terjadi,” ujarnya. (eem/dam)

Berita Terkait

90 Desa Berpotensi Kekeringan
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
PKB Lebak Ajukan Empat Nama Calon Ketua DPC ke DPP
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 April 2026 - 13:38 WIB

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Kamis, 16 April 2026 - 15:42 WIB

741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat

Rabu, 15 April 2026 - 15:40 WIB

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Berita Terbaru

headline

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:33 WIB

headline

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:21 WIB

headline

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:17 WIB