bantenraya.co | TANGERANG
Terbukti, prediksi aktivis dan kalangan akademisi, kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang amburadul. Hal itu terjadi ketika Pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024, dilaksanakan serentak, Kamis (25/1/2024).
Pelantikan yang digelar di masing-masing desa dan itu menuai polemik lantaran panitia tidak menyiapkan snack dan honor transport bagi anggota KPPS yang dilantik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekisruhan dan Kekecewaan anggota KPPS pun disampaikan kepada PPS dan PPK masing-masing Kecamatan.
“Iya betul, anggota KPPS pada protes, mereka mempertanyakan kenapa tidak ada snack dan honor transpot dalam pelantikan ini,” kata Irvan Ketua PPS Kelurahan Mekarbakti, Kecamatan Panongan.
Menurutnya, dirinya merasa malu kepada anggota KPPS yang baru saja dilantik. Namun, dia dan rekan-rekanya tidak bisa berbuat banyak karena urusan snack itu menjadi urusan sekretariat KPU Kabupaten Tangerang.
Hal yang sama disampaikan Ketua PPK Kecamatan Legok, Ahmad Hidayat. Menurutnya, para anggota KPPS di Kecamatan Legok mengaku kecewa, bahkan ada sejumlah anggota KPPS yang mengancam akan mengundurkan diri.
Dia menduga, kekisruhan yang terjadi itu disinyalir karena Sekretariat KPU Kabupaten Tangerang mencampur adukan urusan bisnis dengan penyelenggaraan pemilu.
“Snack yang biasanya dan seharusnya dikelola langsung oleh PPK beserta PPS, sekarang ini di ambil alih oleh sekretariat KPU” tandasnya.

Bahkan di Kecamatan Kosambi, pelantikan KPPS di Salembaran Jaya berakhir ricuh. Beberapa Kursi plastik di ruangan pelantikan di buang, diduga karena tidak adanya transport dan snack.
Sementara, Kasubag SDM KPU Kabupaten Tangerang, Vivi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada para anggota KPPS untuk honor transport akan dibayarkan menyusul.
“Honor transport itu bukanya tidak ada pak, tapi terhutang akan dibayarkan menyusul,” katanya.
Sementara, lanjut Vivi, untuk urusan snack pihaknya mengaku bahwa ada keterlambatan dalam pengiriman. Ia enggan menjelaskan secara rinci keterlambatan yang dimaksud.
“Sudah ya pak saya buru-buru mau rapat, ” kilahnya menghindar. (*)
Penulis : ard
Editor : dwi teguh







