bantenraya.co | TANGERANG
Terlalu mudahnya akses masyarakat untuk mengakses info publik seputar suara pasangan Calon Presiden (Capres) Calon Wakil Presiden (Cawapres) dan Calon Legislatif (Caleg) 2024, membuat sejumlah timses Capres maupun Caleg saling mengklaim meraup suara terbanyak.
Hal tersebut membuat aktivis mahasiswa geram. Koordinator Aliansi Mahasiswa Banten, Shandi meminta untuk semua pihak berhenti saling mengklaim perolehan suaranya yang belum pasti dan hanya sepihak. “Tunggu saja hasil akhir dari penghitungan suara di KPU, berhentilah membuat kegaduhan dan keresahan di masyarakat,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Shandi juga menyoroti hitungan di sirekap info pemilu kpu.go.id, yang seringkali berubah-ubah dan semakin membuat bingung masyarakat.
“Salah satu hal yang memicu para timses caleg maupun calegnya langsung mengklaim meraup suara terbanyak, ya karena tidak jelas dan sering berubahnya suara caleg di situs tersebut. Masa hari ini misalnya 1000, tiba-tiba berkurang, atau hari ini setelah dihitung sepekan dapat 200 suara, besok naik jadi ribuan, kan ga masuk akal,” ungkapnya.
Shandi mendesak lembaga pengawas Pemilu, dalam hal ini bawaslu untuk segera menyikapi hal ini. “Bawaslu jangan diem saja, beri penyegaran dan solusi ke masyarakat maupun timses caleg agar tidak membuat kegaduhan dengan saling mengklaim,” tandasnya.
Jangan sampai, tambahnya, dan sudah terjadi di beberapa wilayah lain, antar timses, antar caleg dan antar tetangga, ribut bahkan berkelahi. gara-gara saling mengklaim.
Shandi juga menyingung soal adanya pengiringan opini ke suara caleg incumbent yang periode lalu duduk di kursi dewan, dan periode sekarang bertarung kembali.
“Coba perhatikan secara seksama contohnya di dapil Kabupaten Tangerang. Di situs KPU hampir semua incumbent suaranya anjlok dan tidak masuk akal dan kalah jauh dari caleg yang tidak pernah sosialisasi atau pasang apk,” jelasnya.
Sebenarnya, lanjut Shandi, bisa saja rasa kepercayaan masyarakat terhadap incumbent telah luntur, tapi tidak semua incumbent. Masih ada incumbent yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan meraup suara besar, seperti politisi PDIP Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail atau Politisi asal Golkar Abdul Rosyid yang juga Ketua DPRD Tangsel. (*)
Penulis : ard
Editor : dwi teguh







