bantenraya.co | TANGERANG
Mahasiswa Universitas Esa Unggul melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Puskesmas Sukamulya, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini berfokus memperkuat kapasitas kader Posyandu agar mampu menjadi agen perubahan dalam memberikan edukasi kesehatan, psikologi dan literasi media dalan penanganan awal gagal nafas dan gagal jantung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua tim PKM Yuliati SKp.,MM.,M.Kep, memaparkan, PKM yang terdiri dari Program Studi Keperawatan, Progran Studi Psikologi dan Program Studi Komunikasi, Universitas Esa Unggul berharap bisa memberikan edukasi kepada kader posyandu maupun tokoh masyarakat.
Kata Yuliati, kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas komunitas dalam mendeteksi, merespon dan mengurangi risiko kematian mendadak akibat kegawatan kardiovaskular dan pernapasan.
Lebih lanjut Yuliati memaparkan, pemateri menyampaikan materi mengenali tanda dan gejala awal gagal napas seperti sesak berat, kebiruan, pernapasan cepat, dan penurunan kesadaran.
Selain itu, identifikasi kegawatan gagal jantung seperti nyeri dada, bengkak tungkai, napas pendek, dan kelelahan ekstrem.
Tidak hanya itu, tata laksana awal bagi masyarakat, termasuk posisi tubuh yang aman, membuka jalan napas, pemantauan tanda bahaya, serta langkah darurat yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum bantuan medis datang disampaikan kepada kader posyandu.
Tidak kalah penting, simulasi pemanggilan layanan gawat darurat atau call Center Puskesmas, untuk mempercepat rujukan penting diketahui.
“Jauh lebih penting membangun perilaku pro sosial dan rasa empati, dalam pelayanan membantu orang yang membutuhkan pertolongan,” ucap Yuliati.
Kepala Puskesmas Sukamulya, drg. Hj. Eko Hartati, MARS menyampaikan, kolaborasi ini penting untuk meningkatkan kompetensi kader sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
“Dengan pelatihan ini, kami harapkan kader dan tokoh masyarakat mampu melakukan deteksi dini dan pertolongan awal pada kasus gagal jantung dan gagal napas. Sehingga dapat menurunkan risiko kematian mendadak,” ujarnya.
Tim Universitas Esa Unggul berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, melalui program edukasi berkelanjutan dan penguatan kapasitas kader, sebagai agen perubahan di tingkat komunitas.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi praktik langsung, serta evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. (*)
Penulis : Rls
Editor : Den







