bantenraya.co | TANGERANG
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini memberikan pernyataan mengejutkan dalam rapat di Komisi IX DPR RI pada Senin (20/4/2026). Beliau menegaskan bahwa campak memiliki tingkat penularan atau reproduction rate ($R_0$) yang jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19 varian apapun.
“Kalau Covid dulu satu orang menularkan tiga atau empat orang, campak ini satu orang bisa menularkan sampai 18 orang,” ujar Menkes. Lantas, seberapa waspada kita harus bersikap?
Mengapa Campak Begitu Agresif?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak dari RS Sari Asih Ciputat, dr. Dinar Handayani Asri Hariadi, Sp.A, membenarkan bahwa secara klinis campak adalah salah satu penyakit paling menular melalui udara (airborne).
Menurutnya, virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan. Hal inilah yang menyebabkan angka penularannya begitu tinggi jika masyarakat tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup.
Mitos Campak Hanya Menyerang Anak-Anak
Saat ini banyak anggapan bahwa campak adalah “penyakit anak-anak”. Hal tersebut, menurut dr. Dinar hanyalah mitos di kalangan masyarakat. Ia menegaskan bahwa campak bisa menginfeksi pada semua kelompok usia baik dewasa maupun anak. Terdapat beberapa faktor risiko penularan campak:
1. Belum pernah mendapatkan vaksinasi campak/MR lengkap.
2. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baik pada dewasa maupun anak, campak bisa menimbulkan komplikasi yang serius seperti infeksi paru-paru (pneumonia) atau radang otak (ensefalitis).
Langkah Pencegahan Terbaik
Pencegahan adalah kunci utama dalam menghadapi virus dengan daya tular tinggi. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:
• Vaksinasi MR/MMR: Ini adalah cara paling efektif. Bagi anak-anak, pastikan jadwal imunisasi rutin tepat waktu. Bagi dewasa yang ragu akan status imunisasinya, konsultasikan untuk mendapatkan vaksinasi booster.
• Menjaga Higienitas: Mencuci tangan secara rutin dan menggunakan masker di tempat umum yang padat.
• Pemberian Vitamin A: Pada anak-anak, kecukupan Vitamin A terbukti secara medis dapat menurunkan risiko keparahan akibat infeksi campak.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terpapar?
Jika Anda atau anak Anda mulai menunjukkan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, diikuti munculnya ruam merah di seluruh tubuh, dr. Dinar menyarankan langkah berikut:
1. Isolasi Mandiri: Mengingat daya tularnya yang tinggi, segera pisahkan penderita dari anggota keluarga lain.
2. Hidrasi dan Istirahat: Pastikan asupan cairan terpenuhi untuk mencegah dehidrasi akibat demam.
3. Konsultasi Medis: Segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat seperti RS Sari Asih Ciputat untuk mendapatkan penanganan tepat dan mencegah komplikasi.
“Meskipun campak sangat menular, namun kita tidak perlu panik secara berlebihan. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan kesadaran medis yang baik, rantai penularan virus ini dapat diputus secara efektif”, ujar dr. Dinar Handayani Asri Hariadi, Sp.A. (wil/dam)







