bantenraya.co | LEBAK
Kegiatan panen raya di Kabupaten Lebak yang dipusatkan di Desa Rahong, Kecamatan Malingping dengan menggunakan alat mesin pertanian Combine Harvester padi Ciherang, menghasilkan produktivitas sebesar 8,96 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat mengatakan pihaknya bersyukur jika hasil panen raya di Malingping produksinya mencapai 8.96 ton per hektar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, hasil panen di Desa Rahong kali ini sangat membanggakan. Produktivitas mencapai 8,96 ton per hektare, angka ini menunjukkan bahwa upaya kita dalam meningkatkan produksi pangan daerah berjalan dengan baik,” ujar Rahmat, Kamis (10/4/25).
Lokasi panen serentak ini merupakan lahan milik Kelompok Tani Suka Bungah yang diketuai oleh W. Aliman, dengan total luas panen mencapai 100 hektare. Varietas padi yang ditanam adalah Inpari 32 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.
Rahmat mengatakan harga jual GKP saat ini mencapai Rp6.500 per kilogram. Dengan hasil tersebut, pendapatan petani per hektare mencapai Rp33.500.000. Setelah dikurangi biaya pengolahan hingga panen sebesar Rp12.000.000 per hektare, petani dapat mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp21.500.000 per hektare.
“Kami berharap hasil positif ini dapat menjadi semangat baru bagi para petani di Lebak untuk terus meningkatkan produksi dan memperluas lahan tanamnya,” ucap Rahmat.
Adapun sistem bagi hasil antara pemilik lahan dan penggarap dilakukan dengan pembagian satu ton gabah GKP per hektare untuk pemilik lahan, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi lahan dalam produksi pertanian.
Camat Malingping, Dadan membenarkan jika hasil panen raya di wilayah binaannya mencapai 8.96 ton per hektar. Keberhasilan panen tersebut dikarenakan para petani mampu mengelola pertanian dengan baik. (eem/dam)







