bantenraya.co | TANGERANG
Tak hanya penanganan fisik yang dilakukan Rumah Sakit Permata Hati Cikupa kepada pasien, tetapi penguatan mental dan motovasi hidup turut serta disisipkan.
Seperti siraman rohani, konsultasi dan bimbingan agama yang diberikan kepada pasien yang sedang menjalani rawat inap, di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Raya Serang, KM. 12,5 Kampung Cirewed, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam bimbingan rohani, Sektetaris Korps Mubalig Muhammadiyah Kabupaten Tangerang Ustaz Wartono, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan menjaga ibadah, seperti salat, tetap menjadi prioritas walau dalam kondisi sakit.
“Salat adalah bentuk penghambaan dan permohonan kekuatan kepada Allah SWT. Dalam kondisi apa pun, termasuk saat sakit, hubungan dengan Allah tidak boleh terputus,” ungkapnya.
Kata Ustaz Wartono, sakit bukanlah hukuman, melainkan cara Allah membersihkan dosa dan meninggikan derajat seseorang.
“Semoga dengan sakit ini, kita semua dapat bersabar dan ikhlas menerima cobaan,” ungkap Ustaz Wartono.
Kegiatan bimbingan rohani agama ini mendapat sambutan positif dari para pasien dan keluarganya terlihat antusias dan terharu mengikuti kegiatan ini.
Banyak dari mereka mengaku lebih termotivasi dan merasa dikuatkan secara batin. Bahkan tidak sedikit pasien yang mengaku bertobat.
“Program ini sangat bermanfaat bagi pasien. Selain memberi ketenangan jiwa, juga membangkitkan harapan dan semangat untuk sembuh,” ujar Asep Suparman, pasien RS Permata Hati Cikupa.
Sementara itu, Marketing RS Permata Hati Cikupa, Mahir menuturkan, pelayanan keagamaan ini tidak hanya menyentuh aspek seremonial, tetapi juga hadir langsung kepada pasien terutama bagi mereka yang sedang membutuhkan dukungan spiritual.
Kata Mahir, sementara ini konsultasi rohani baru dilakukan untuk pasien beragama Islam. Kedepannya, tidak menutup kemungkinan konsultasi kerohanian untuk agama lain pun akan dilakukan.
“Ini bentuk pelayanan ekstra dari RS Permata Hati Cikupa. Pasien tidak hanya diobati fisiknya saja, secara spritual kita berikan konsultasi rohani,” tegas Mahir.
Seusai memberi tausiah, rohaniawan juga turut memanjatkan doa bersama, agar para pasien segera diberi kesembuhan dan ketabahan dalam menghadapi ujian sakit. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







