Utusan Khusus Presiden Kunjungi Desa Adat Cisungsang

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono berkunjung ke desa adat Kasepuhan Cisungsang, Kabupaten Lebak

Mardiono hadir di tengah masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, saat ritual adat untuk panen raya di desa adat tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sesuai dengan perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa seluruh kabinet merah putih untuk turun ke lapangan dan berkomunikasi dengan masyarakat. Tujuannya agar tahu semua persoalan yang ada dan bisa ditangani lebih cepat. Khususnya di bidang ketahanan pangan,” tutur Mardiono melalui keterangannya, Senin (05/05/2025)

Mardiono menjelaskan, wilayah adat Kasepuhan Cisungsang mengalami permasalahan soal irigasi, sistem irigasi yang dibangun sejak tahun 1989 telah mengalami kerusakan parah.

Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada tidak produktifnya lahan pertanian karena kelembaban tanah yang tidak baik dan berisiko terjadinya kekeringan.

“Saat ini di Kasepuhan Cisungsang mereka mengalami kendala persoalan pengairan. Jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang akan memiliki dampak buruk dan bermasalah terkait produktivitas pertaniannya. Masyarakat adat di sini sudah beratus-ratus tahun telah memiliki ketahanan pangan sendiri, sehingga diharapkan itu bisa dipertahankan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Lebak Larang Perpisahan Sekolah

Persoalan ini, harap Mardiono dapat diselesaikan sesegera mungkin oleh pemerintah baik kabupaten maupun provinsi

Mengenai persoalan pembenahan irigasi ini, Mardiono berharap agar proses birokrasi untuk menyelesaikan permasalahan ini tak boleh panjang.

“Kita memang memaklumi sepenuhnya, uang rakyat harus dijaga, tapi tidak boleh terlalu panjang birokrasinya dan harus segera. Maka itu saya akan membangun komunikasi lebih aktif, mudah-mudahan nanti permasalahan yang dihadapi masyarakat ini bisa menjadi skala prioritas bagi pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat,” sambungnya.

Sementara, Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang, Abah Usep berharap persoalan terkait irigasi dapat segera mendapat perhatian khusus, demi terciptanya asta cita Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada pangan tingkat nasional.

“Alhamdulillah kami masyarakat adat senang luar biasa Bapak UKP, Danrem, dan pejabat lainnya. Semoga persoalan irigasi ini dapat menjadi skala prioritas dan sesuai harapannya,” katanya.

Baca Juga :  Ganggu Warga, Truk Pasir Parkir di Pinggir Jalan Rangkasbitung Diusir

Masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang ini mampu menghasilkan sebesar 49.300 ton per tahun pada siklus dua kali panen. Hal ini menjadikan Kasepuhan Cisungsang mandiri pangan di tingkat lokal, bahkan dapat menjual hasil produksi pangannya hingga ke luar daerahnya.

Mardiono menambahkan, panen padi di wilayah adat Banten Selatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung terlaksananya program pemerintah Presiden Prabowo demi terwujudnya swasembada pangan.

“Bapak Presiden menekankan bahwa ketahanan pangan nasional tidak bisa dilepaskan dari kedaulatan pangan lokal. Maka kedaulatan pangan lokal itu tumbuh dan berakar kuat di komunitas-komunitas adat, seperti kasepuhan cisungsang ini,” katanya.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini berkomitmen bahwa guru pemerintah akan terus hadir bagi masyarakat adat untuk memastikan hak masyarakat adat terpenuhi.

“Kami pemerintah akan terus hadir, mendampingi, dan memastikan hak masyarakat adat dalam mengelola lahan, benih, serta sistem pangannya dihormati dan dilindungi. Karena sejatinya ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. (Jat/TR)

Berita Terkait

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
PKB Lebak Ajukan Empat Nama Calon Ketua DPC ke DPP
PBB Sawah di Lebak Ditiadakan untuk Lahan di Bawah 5.000 m²
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Kamis, 16 April 2026 - 15:42 WIB

741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat

Rabu, 15 April 2026 - 15:40 WIB

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Jumat, 10 April 2026 - 11:13 WIB

ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak

Kamis, 9 April 2026 - 13:34 WIB

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB