bantenraya.co | LEBAK
Bertambahnya angka pencari kerja membuat Pemkab Lebak, melalui Dinas Tenaga Kerja mewanti-wanti agar warga pencari kerja (pencaker), tidak tertipu modus penipuan dengan label lowongan pekerjaan.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak, Rully Chaeruliyanto mengatakan, banyak laporan soal penipuan lowongan kerja palsu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, hal tersebut tidak dapat ia tindaklanjuti lantaran berada di ranah pihak aparat penegak hukum. Akan tetap, ia mewanti wanti agar warga tidak mudah percaya jika ada tawaran kerja dari seseorang yang tidak dikenal.
“Memang banyak juga aduan ya soal loker palsu, tapi kalau itu kan masuknya ranah pidana ya, kita tidak bisa berbuat banyak karena memang bukan ranah kita,” kata Rully, Kamis (02/01/2024).
Ia memaparkan, informasi loker palsu paling sering muncul ketika awal tahun baru dan setelah lebaran. Hal ini sesuai dengan permintaan masyarakat untuk membuat kartu pencari kerja.
Rully menjelaskan, setiap lowongan pekerjaan yang menggunakan calo hingga uang tunai untuk diterima bekerja sudah dapat dipastikan bahwa itu adalah loker palsu.
Ia menegaskan, masyarakat dapat melakukan konfirmasi kepada Disnaker Lebak jika mendapat informasi lowongan pekerjaan dari perusahaan yang ada di Lebak.
“Tertuang dalam undang-undang ya, ada aturannya. Ketika perusahaan membuka lowongan pekerjaan, maka harus diinformasikan kepada disnaker dan nanti di share ke masyarakat. Masyarakat juga bisa langsung konsultasi jika dapat loker agar bisa tau bahwa ini asli atau palsu,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pencari kerja, Romli Sulaiman, mengaku hampir terjebak dalam penipuan modus lowongan pekerjaan.
Ia telah lama mencari pekerjaan hampir terbuai dengan rayuan dari oknum penipu yang meminta bayaran senilai Rp3juta untuk bekerja selama satu tahun.
“Memang awalnya sempat curiga, akhirnya saya konsultasi dengan beberapa teman dan tidak mengikuti oknum itu. Alhamdulillah kalau memang informasi loker resmi ada melalui pemerintah, saya bisa cek nanti,” kata Romli. (*)
Penulis : Jat
Editor : Chan







