bantenraya.co | LEBAK
Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial M, yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua RW di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, diduga meminta uang kepada pengusaha galian tanah ilegal.
Permintaan ini terungkap melalui rekaman suara yang beredar luas di aplikasi WhatsApp.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman tersebut, M disebut meminta uang dengan dalih untuk “mengamankan” masyarakat, agar tidak melakukan aksi protes terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang ilegal.
Namun, warga Desa Mekarsari membantah bahwa ada keterlibatan mereka dalam tim yang disebut-sebut oleh M.
“Assalamualaikum Bang Angga, ambilin uang tim lima. Atas nama saya dan atas nama Ka Sawiri. Saya dapat info dari bos galian, bahwa uang kompensasi untuk tim lims sudah diturunkan ke Mandor Wahab. Tolong sampaikan ini ke Mandor Wahab.”
Warga mengungkapkan tim lima yang disebut M hanyalah kelompok yang mengatasnamakan warga Desa Mekarsari, padahal kenyataannya mereka tidak mewakili masyarakat.
Warga juga mengungkapkan bahwa dampak dari aktivitas tambang ilegal ini sangat merugikan, mulai dari kerusakan lingkungan hingga terganggunya kehidupan sosial-ekonomi.
Lebih parah lagi, kompensasi yang seharusnya diterima oleh warga akibat dampak tambang tersebut justru tidak disalurkan sebagaimana mestinya.
Seorang warga, Muntadir, menyampaikan rasa kekesalannya terhadap oknum PNS tersebut.
“Bukan hanya lingkungan kami yang rusak, tapi hak kami sebagai warga juga dirampas. Kalau benar ini ulah oknum PNS dan Ketua RW, kami jelas tidak bisa terima,” ujarnya, dengan tegas.
Situasi ini semakin menambah kekecewaan masyarakat, selama ini berupaya agar tambang ilegal itu di proses secara hukum.
Mereka berharap, aparat penegak hukum dan pihak terkait, segera turun tangan untuk mengusut dugaan ini. Dan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti terlibat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Lebak belum memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut. Sementara M mengaku dengan penuh kesadaran atas kesalahan yang dilakukannya.
“Iya itu kesalahan saya, waktu itu saya tidak berpikir kearah sana (status PNS),” ungkapnya, melalui sambungan telpon. (*)
Penulis : Nas
Editor : Chan







