Evaluasi Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Lanjutkan Tahap II dengan Anggarkan Rp1 Miliar

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | LEBAK

Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya memberikan sejumlah catatan evaluasi terhadap pembangunan Alun-alun Rangkasbitung yang baru saja diresmikan pada Senin (5/1/2026). Evaluasi tersebut disampaikan langsung saat Bupati meninjau kawasan alun-alun sebagai ruang publik kebanggaan masyarakat Lebak.

Hasbi menilai masih terdapat beberapa fasilitas yang perlu segera dibenahi oleh pihak pelaksana melalui anggaran pemeliharaan agar alun-alun benar-benar nyaman digunakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masih ada beberapa catatan bagi pelaksana. Temuan-temuan tadi tolong segera diperbaiki melalui anggaran pemeliharaan,” ujar Hasbi.

Sejalan dengan evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak memastikan revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung akan berlanjut pada tahun 2026. Pemkab Lebak telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp1 miliar untuk revitalisasi tahap kedua.

Baca Juga :  Pemkab Lebak Targetkan Bedah 300 RTLH per Tahun

Bupati Hasbi menjelaskan, anggaran tersebut akan difokuskan pada peningkatan fasilitas umum yang belum tersedia secara optimal, seperti pembangunan WC umum, penataan jalur pedestrian, serta rencana pembangunan pusat jajan serba ada (pujasera).

“WC dan pedestrian menjadi perhatian kami. Ini akan segera dikerjakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Lebak. Termasuk juga rencana penataan pujasera,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2025 Pemkab Lebak telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp4,9 miliar untuk penataan tahap awal Alun-alun Rangkasbitung. Revitalisasi lanjutan ini diharapkan mampu menyempurnakan fungsi alun-alun sebagai ruang publik yang representatif.

Hasbi menegaskan bahwa penataan alun-alun merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kota Rangkasbitung sebagai ibu kota Kabupaten Lebak. Menurutnya, tata kota yang baik akan berdampak langsung terhadap minat investor.

Baca Juga :  Gubernur Tinjau Kondisi Jalan yang Akan Tersentuh Program Bang Andra

“Kalau pemerintah daerah tidak mulai memperbaiki tata kota, secara statistik 10 tahun terakhir tidak ada investor yang mau masuk ke Lebak,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Lebak juga akan menata keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar alun-alun sesuai Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 yang mengatur kawasan alun-alun harus steril dari aktivitas berdagang.

“Namun pemerintah tetap harus menyiapkan solusi bagi para pedagang,” tegas Hasbi.

Dengan revitalisasi lanjutan ini, Pemkab Lebak menargetkan Alun-alun Rangkasbitung menjadi ruang publik yang tertata, nyaman, bersih, dan mampu menjadi ikon daerah sekaligus penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. (Hab)

Berita Terkait

Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online
Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:33 WIB

Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Berita Terbaru