DPPPA Berupaya Tekan Angka Kasus KDRT, Bullying dan Pelecehan Seksual

Kamis, 4 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKAN KASUS: DPPPA Kabupaten Tangerang terus berupaya menekan angka kasus KDRT, bullying dan pelecehan seksual.

TEKAN KASUS: DPPPA Kabupaten Tangerang terus berupaya menekan angka kasus KDRT, bullying dan pelecehan seksual.

bantenraya.co | TANGERANG

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang terus berupaya menekan angka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di lingkungan masyarakat. Demikian juga dengan kasus-kasus  kekerasan kepada anak, bullying (perundungan), dan pelecehan seksual.

Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman mengatakan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa serta kepada sekolah-sekolah SMA, SMP, SD maupun pondok pesantren.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami selalu rutin mengadakan sosialisasi dan mengundang para tokoh-tokoh masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan, desa untuk bisa memanfaatkan materi-materi yang kami sampaikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Tancap Gas Pimpin Apel dan Rapat Perdana

Pada tahun 2023, DPPPA Kabupaten Tangerang mendirikan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). UPTD ini bertujuan untuk menekan kasus-kasus  kekerasan kepada anak, bullying di sekolah, pelecehan seksual dan KDRT.

Terlebih pada kasus KDRT yang bisa berakibat perceraian. Untuk itu, masyarakat yang mengalami permasalahan dan  kasus-kasus kekerasan kepada anak, bullying di sekolah, pelecehan seksual dan KDRT bisa langsung melakukan pengaduan melalui aplikasi Si Sabar.

Baca Juga :  MTQ Siap Digelar, Sekda Serukan Koordinasi dan Komunikasi

“Pada tahun 2022 kami menerima laporan KDRT sebanyak 192 kasus, kemudian dengan berdirinya UPTD PPA bisa menurun sebanyak 174 kasus. Kami terus berupaya untuk menekan angka kekerasan kdrt tiap tahunnya bisa menurun,” ujarnya.

Dia berharap, kehadiran UPTD PPA bisa membantu permasalahan-permasalahan kasus KDRT maupun permasalahan untuk perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang. (*)

Penulis : ard

Editor : dwi teguh

Berita Terkait

Soma Atmaja Dorong Budaya Hukum di Tingkat Desa
ASN Tangerang Digenjot Kompetensi Lewat Policy Brief
Tawuran Maut di Sukadiri, 14 Pelajar Ditangkap
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
DPRD Kab Tangerang Bakal Panggil Dinas Pendidikan Krisis Daya Tampung SMP Negeri
Gerak Cepat! Kebocoran Pipa di Cisauk Ditangani Perumdam TKR
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
16 Prajurit Korem 052/Wkr Naik Pangkat, Laporan Korps Dipimpin Kasrem
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:52 WIB

Soma Atmaja Dorong Budaya Hukum di Tingkat Desa

Senin, 20 April 2026 - 16:22 WIB

ASN Tangerang Digenjot Kompetensi Lewat Policy Brief

Senin, 20 April 2026 - 16:17 WIB

Tawuran Maut di Sukadiri, 14 Pelajar Ditangkap

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Kamis, 16 April 2026 - 15:15 WIB

DPRD Kab Tangerang Bakal Panggil Dinas Pendidikan Krisis Daya Tampung SMP Negeri

Berita Terbaru

headline

Maryono: Pemkot Siap All Out Dukung Program Pusat

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:00 WIB

headline

Generasi Qur’ani Tumbuh, STQ Neglasari 2026 Berjalan Sukses

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:56 WIB