BPJS Ketenagakerjaan Banten Hingga November Cairkan Klaim Rp3,49 Triliun

Kamis, 5 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | BANTEN

Kantor Wilayah (Kanwil) BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten sejak Januari-November 2024 telah mencairkan klaim mencapai Rp3,49 triliun.

Klaim tersebut terdiri dari Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp2,73 triliun untuk 160.385 kasus lalu klaim jaminan kecelakaan kerja untuk 31.950 kasus mencapai Rp302,8 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klaim jaminan kematian sebanyak 5.288 kasus mencapai Rp247,8 miliar, jaminan pensiun Rp133,5 miliar untuk 7.919 kasus.

Kemudian jaminan kehilangan pekerjaan Rp76,6 miliar untuk 47.852 kasus. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan beasiswa kepada 6.204 orang sebesar Rp27,8 miliar.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi, MIN 7 Tangerang Hadirkan Pendongeng Nasional

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten, Kunto Wibowo mengatakan, klaim JHT di Tanah Jawara paling mendominasi dibanding yang lain.

“Kami mencairkan 2,73 triliun itu untuk jaring pengaman bagi saudara-saudara kita yang kehilangan pekerjaan karena berada di usia tidak produktif,” kata Kunto di Tangerang, Rabu (4/12/2024).

Selain itu lanjut Kunto, klaim jaminan kehilangan pekerjaan juga sangat tinggi. Bahkan kata Kunto, Banten paling tinggi melakukan klaim kehilangan pekerjaan se-Indonesia.

“Kenapa klaim itu tinggi, karena di Banten ini banyak perusahaan yang gulung tikar,” katanya.

Baca Juga :  Pemanfaatan Pesisir Laut Diperbolehkan dan Dilindungi Perda

Kunto menyebut, BPJS Ketenagakerjaan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk melindungi jaminan sosial mereka.

Ia mencontohkan, kebermanfaatan BPJS Ketenagakerjaan salah satunya
dirasakan Marhaeni peserta dari bukan penerima upah (BPU).

Lima bulan setelah mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, Marhaeni mengalami kecelakaan kerja.
Biaya pengobatan selama 7 bulan dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Alhamdulillah kita cover biaya pengobatannya. Tapi bu Marhaeni ini meningal dunia, kemudian kita kasih beasiswa ke anaknya, total yang kita bantu hampir 1 miliar. Itu salah satu manfaatnya,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nas

Editor : Chan

Berita Terkait

Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang
Bedug Diusulkan Jadi Simbol Pembuka Acara Resmi
Pemkab Pandeglang Distribusikan 106 Hewan Kurban
Dimyati Apresiasi ASN yang Berkurban
Dekranasda dan HCI Angkat Pangan Lokal Banten
Bank Indonesia Provinsi Banten Dorong Perluasan Ekosistem Ekonomi Syariah dan Digital untuk Banten Maju dan Sejahtera
Masita Bertahan Hidup dari Bantuan Warga
OPD Pemprov Banten Diminta Tanggap Masalah Masyarakat
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:08 WIB

Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:03 WIB

Bedug Diusulkan Jadi Simbol Pembuka Acara Resmi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Pandeglang Distribusikan 106 Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:37 WIB

Dimyati Apresiasi ASN yang Berkurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:33 WIB

Dekranasda dan HCI Angkat Pangan Lokal Banten

Berita Terbaru