Pembangunan Huntap Korban Banjir Dimulai September

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Sebanyak 221 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, segera mendapatkan hunian tetap (huntap) setelah lima tahun menunggu. Pembangunan huntap dijadwalkan mulai dikerjakan pada September 2025.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan pembangunan huntap telah masuk dalam skala prioritas nasional. Hal ini diputuskan setelah rapat koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lebak menjadi daerah prioritas untuk dituntaskan penanganan pascabencananya. Mulai bulan ini (September 2025), BNPB akan menurunkan material maupun alat berat. Targetnya penyelesaian huntap bisa rampung tahun ini,” kata Febby, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga :  Bisnis Kelapa Kopyor Menjanjikan, Petani di Cikulur Raup Jutaan Rupiah

Ia menjelaskan, pembangunan 221 unit rumah tersebut sepenuhnya dilaksanakan oleh BNPB. Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan.

“Anggarannya dari BNPB, mereka juga yang mengerjakan. Bentuk rumahnya konvensional dengan sistem kopel, dilengkapi fasilitas umum, jalan lingkungan, dan akses air bersih,” ujarnya.

Menurut Febby, pembangunan huntap sempat tertunda meski lahan telah tersedia sejak tahun lalu. Saat ini, persiapan pembangunan sudah mencapai 99,99 persen.

“Material sudah dipesan, alat berat juga siap dikerahkan. Tinggal menunggu koordinasi teknis di lapangan,” tegasnya.

Selain di Lebak Gedong, kata Febby, penanganan pascabencana juga akan dilakukan di Kecamatan Cipanas. Namun tahapan tersebut masih menunggu finalisasi rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).

Baca Juga :  Kolaborasi Tangani Stunting Lewat Donat Canting

“Untuk sementara, fokus pertama di Lebak Gedong karena kondisi sosial dan lingkungan masyarakat di sana sudah sangat mendesak,” ungkapnya.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Lebak pada awal 2020 lalu menyebabkan kerusakan parah, termasuk puluhan rumah warga yang hancur dan tak lagi layak huni. Sejak itu, korban bencana terpaksa bertahan di hunian sementara (huntara) dengan kondisi memprihatinkan.

Bangunan darurat tersebut sebagian hanya berdinding bambu, beratapkan terpal, dan berlantai tanah. Saat hujan turun, warga dihantui kekhawatiran rumah ambruk. Sedangkan pada musim kemarau, panas menyengat dan kelangkaan air bersih menjadi tantangan sehari-hari.

Kini, dengan dimulainya pembangunan huntap, harapan warga untuk menempati rumah layak huni mulai terbuka. (eem/dam)

Berita Terkait

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
PKB Lebak Ajukan Empat Nama Calon Ketua DPC ke DPP
PBB Sawah di Lebak Ditiadakan untuk Lahan di Bawah 5.000 m²
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 April 2026 - 13:38 WIB

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Kamis, 16 April 2026 - 15:42 WIB

741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat

Rabu, 15 April 2026 - 15:40 WIB

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Jumat, 10 April 2026 - 11:13 WIB

ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak

Berita Terbaru