bantenraya.co | LEBAK
Realisasi nilai investasi di Kabupaten Lebak pada tahun 2024 berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melampaui target yang ditetapkan. Dari target sebesar Rp1,4 triliun, investasi yang terealisasi mencapai Rp1,86 triliun atau sekitar 133 persen.
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin H, menyampaikan bahwa pencapaian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak dalam mewujudkan capaian investasi ini. Semoga investasi yang masuk dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).
Dari total investasi Rp1,86 triliun tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp1,77 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp96 miliar. Adapun realisasi investasi per triwulan tercatat sebagai berikut:
Triwulan I: Rp326 miliar
Triwulan II: Rp279 miliar
Triwulan III: Rp681 miliar
Triwulan IV: Rp582 miliar
Sektor Unggulan dan Penyerapan Tenaga Kerja
Lima sektor utama yang mendominasi investasi di Kabupaten Lebak pada tahun 2024 adalah:
Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi – Rp998 miliar
Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran – Rp231 miliar
Listrik, Gas, dan Air – Rp142 miliar
Perikanan – Rp140 miliar
Industri Mineral Non Logam – Rp91 miliar
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi yang masuk juga berkontribusi pada peningkatan kesempatan kerja. Sepanjang tahun 2024, sektor investasi di Kabupaten Lebak berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 5.794 orang.
Robertus menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan mempromosikan potensi daerah. Ia optimistis bahwa Kabupaten Lebak akan semakin menjadi destinasi investasi unggulan, terutama dengan adanya proyek strategis nasional seperti Jalan Tol Serang-Panimbang, Bendungan Karian, dan Double Track Commuter Line.
“Kami yakin Kabupaten Lebak akan semakin berkembang menjadi pusat investasi yang strategis, mengingat infrastruktur yang terus dibangun dan kondisi daerah yang kondusif,” katanya.
Lima negara dengan investasi asing terbesar di Kabupaten Lebak pada 2024 adalah:
Korea Selatan – Rp55 miliar
Singapura – Rp23 miliar
Malaysia – Rp10 miliar
Tiongkok – Rp3 miliar
Thailand – Rp503 juta
Ke depan, pemerintah daerah berencana mengoptimalkan promosi investasi dengan melibatkan kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Banten, serta para pengusaha guna meningkatkan minat investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Lebak.
“Kami akan terus mendorong investasi sebagai bagian dari program unggulan Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Robertus. (eemjat/ris)







