Disebut Abaikan K3, PT RAP Diduga Kerjakan Proyek Jalan Asal Jadi

Selasa, 5 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DISOROT: Salah satu pekerjaan milik PT RAP yang diduga dikerjakan asal asalan.

DISOROT: Salah satu pekerjaan milik PT RAP yang diduga dikerjakan asal asalan.

bantenraya.co | PANDEGLANG

Proyek Preservasi Jalan Simpang Labuan – Saketi – Pandeglang – Rangkasbitung dengan nilai anggaran 78,5 miliar yang dikerjakan oleh PT Rama Abdi Pratama (RAP) kini tengah dilaksanakan.

Proyek tersebut bersumber dari Kementerian PUPR Direktorat Bina Marga BPJN Banten melalui dana SBS tahun 2023 dan 2024 yang diawasi oleh Konsultan supervisi dari PT. Gunung Giri Enginering Consultan KSO, PT. Mitra Pacific Consulindo International, PT. Endah Bangun Negara Consultan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sayangnya, proyek yang menelan puluhan milarian tersebut disebut mengabaikan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) bahkan celakanya pekerjaan pasangan u-dith dinilai asal jadi.

Berdasarkan pantauan dilapangan, menurut Rival dari Aliansi Mahasiswa Pandeglang (AMP) para pekerja terlihat tak menggunakan helm, sepatu, sarung tangan, dan rompi serta dimensi u-dith pun diragukan ukurannya.

Baca Juga :  Tolak Pasien, Puskesmas Ciomas Digeruduk Ormas

“Dimensi saluran drainase eksisting jenis u-dith berupa saluran terbuka dalam bentuk penampang persegi dan dimensi lebar penampang basah (Bo) dan tinggi penampang basah (Ho) diduga tidak sesuai rencana atau U-dith itu terlalu kecil untuk ukuran jalan nasional,” tegasnya.

Sementara dari Suara Eksistensi Masyarakat Anti Rezim (SEMAR), Roni Darma Renaldi S.H, juga mengaku telah menemukan beberapa titik pekerjaan pasangan u-dith tersebut dinilai dikerjakan asal jadi.

Sebab menurutnya, pasangan agregat juga sebagai alas penampang u-dith seharusnya dipasang terlebih dahulu, bukanya dipaksakan di pasang dalam genangan air.

“Tim kami telah manyampaikan informasi bahwa pasangan u-dith dipaksakan salam kondisi genangan air, ini jelas merupakan pekerjaan asal jadi,” tandasnya.

Baca Juga :  Kisruh Snack dan Uang Transport KPPS, Praktisi Hukum Desak KPU Diperiksa

Oleh sebab itu, Ketua SEMAR itu meminta kepada Satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Banten untuk segera turun tangan kelapangan dan segera memberikan terhadap penyedia jasa dan konsultan  supervisi.

“Saya meminta kepada Narendra Fajar Riyadi S.T yang berada di organisasi BPJN Banten, beserta dinas terkait untuk turun tangan dalam rangka mengantisipasi adanya kebocoran anggaran uang negara,” tegasnya.

Terpisah Direktur PT. Rama Abdi Pratama (RAP). Hj. Ngatiningsih belum memberikan tanggapannya, bahkan Doni yang bertugas di lapangan dari PT. RAP saat dikonfirmasi tidak merespons pertanyaan wartawan. (*)

Penulis : arg

Editor : dwi teguh

Berita Terkait

Perumda Tirta Benteng Diduga Gelar Lelang Diam-diam, Proyek Rp 2,4 Triliun Picu Kontroversi
KPU Sajikan Konsumsi Tidak Layak saat Cabut Nomor Urut
Bawaslu Mulai Proses Kasus Coklit KPU Main Mata Dengan Mad Romli
Upaya Cegah Judi Online, Hp Pegawai dan Kades Kecamatan Ciomas Disidak
Seleksi Calon Direktur PT TNG Bakal Digugat ke PTUN
KPU Kabupaten Tangerang “Main Mata” Dengan Mad Romli
Davina Karamoy Dapat Peran Menantang
Diduga Sebar Black Campaign KNPI Tidak Netral, Dewan Amud Menyangkal
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Desember 2024 - 17:20 WIB

Perumda Tirta Benteng Diduga Gelar Lelang Diam-diam, Proyek Rp 2,4 Triliun Picu Kontroversi

Rabu, 25 September 2024 - 19:54 WIB

KPU Sajikan Konsumsi Tidak Layak saat Cabut Nomor Urut

Kamis, 4 Juli 2024 - 14:22 WIB

Bawaslu Mulai Proses Kasus Coklit KPU Main Mata Dengan Mad Romli

Selasa, 2 Juli 2024 - 15:53 WIB

Upaya Cegah Judi Online, Hp Pegawai dan Kades Kecamatan Ciomas Disidak

Sabtu, 29 Juni 2024 - 21:31 WIB

Seleksi Calon Direktur PT TNG Bakal Digugat ke PTUN

Berita Terbaru

headline

Maryono: Pemkot Siap All Out Dukung Program Pusat

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:00 WIB

headline

Generasi Qur’ani Tumbuh, STQ Neglasari 2026 Berjalan Sukses

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:56 WIB