Inovasi Hijau: Hotel BUMN Manfaatkan Limbah Makanan untuk Pupuk

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | JAKARTA

PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality mengimplementasikan program Food Waste Management di The Meru Sanur. Hotel ini mengolah sampah makanan menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk pupuk di kawasan The Sanur.

Inovasi pengolahan sampah ini berkolaborasi dengan Magi Farm, perusahaan yang mengolah sampah makanan menggunakan teknologi biokonversi dengan maggot black soldier fly sehingga pengolahan sampah cepat dan efisien, serta menghadirkan nilai tambah bagi lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan menghasilkan produk bernilai guna mendukung keberlanjutan di sektor perhotelan dan pariwisata,” ujar Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, dikutip detikcom, Senin (24/2).

Baca Juga :  Pertamina Eco Run Festival Beri Berkah Cuan bagi 60 UMKM Lokal

Ia mengatakan, inisiatif ini akan diimplementasikan di berbagai unit hotel wilayah operasional InJourney Hospitality guna menciptakan ekosistem yang lebih ramah lingkungan.

InJourney Hospitality juga menggelar InJourney Green sebagai bentuk komitmen mewujudkan green environment dan Net Zero Emission 2060. InJourney Green dilakukan dengan penanaman pohon di Etnobotanical Garden The Sanur, salah satu fasilitas seluas 4,9 hektare (ha) yang terletak di jantung KEK Sanur atau The Sanur yang menjadi paru-paru kawasan.

Baca Juga :  Jazuli Juwaini Bahas Potensi Kerjasama Pertanian dan Pariwisata RI-Kolombia

Christine mengungkapkan InJourney Hospitality berkomitmen untuk mengimplementasikan konsep green environment and sustainable tourism dalam praktik operasional perusahaan.

“Melalui program ini, InJourney Hospitality berkomitmen menjadi pelopor dalam penerapan praktik bisnis berkelanjutan di sektor perhotelan dan pariwisata yang berorientasi pada dampak jangka panjang bagi sektor sosial, ekonomi dan lingkungan,” katanya.(jr)

Berita Terkait

Tak Ada Celah! ASN WFA di Tangerang Diawasi Pakai GPS
Jaga Bisnis Tetap Aman, UMKM Tangerang Dapat Edukasi Hukum
Pemkot Serang Musnahkan 2.829 Botol Miras Hasil Razia
Tingkatkan Minat Baca, Pemkot Tangerang Optimalkan Program Literasi Bergerak Lewat PP Tunas
Komdogi Resmi Berlakukan UU Perlindungan Anak Digital per 28 Maret 2026
Pemkot Tangerang Optimistis Proyek PSEL Tangerang Raya Terealisasi 2027
Kesempatan Terakhir Nikmati Diskon PBB Kota Tangerang
Harmoni Kebersamaan di Hari Raya, Hotel Santika Premiere Bintaro Hadirkan Penawaran Eksklusif Idul Fitri
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 11:31 WIB

Tak Ada Celah! ASN WFA di Tangerang Diawasi Pakai GPS

Kamis, 9 April 2026 - 19:48 WIB

Jaga Bisnis Tetap Aman, UMKM Tangerang Dapat Edukasi Hukum

Selasa, 7 April 2026 - 11:48 WIB

Pemkot Serang Musnahkan 2.829 Botol Miras Hasil Razia

Senin, 6 April 2026 - 13:41 WIB

Tingkatkan Minat Baca, Pemkot Tangerang Optimalkan Program Literasi Bergerak Lewat PP Tunas

Senin, 6 April 2026 - 11:05 WIB

Komdogi Resmi Berlakukan UU Perlindungan Anak Digital per 28 Maret 2026

Berita Terbaru