Ratusan Warga Baduy Dipatuk Ular Berbisa

Jumat, 16 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 247 warga menjadi korban gigitan ular berbisa sepanjang Januari hingga awal Mei 2025. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia saat dirawat di RSUD Banten.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Endang Komarudin, Kamis (15/05/2025), mengatakan tingginya kasus tersebut disebabkan oleh aktivitas warga yang banyak dilakukan di area pertanian, kebun, dan ladang, terutama di wilayah pedesaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagian besar korban digigit oleh ular tanah (Ankistrodon rhodostoma), yang habitatnya berada di semak-semak, tumpukan kayu, dan area lembab yang tidak terkena sinar matahari langsung,” ujar Endang.

Ia menambahkan, peningkatan kasus gigitan umumnya terjadi pada musim hujan, ketika warga lebih sering membuka lahan baru, sementara ular berbisa juga mencari tempat yang hangat dan kering, termasuk di sekitar rumah warga.

Baca Juga :  Andra Soni Dorong Atlet Banten Raih Prestasi Dunia

Menurut Endang, sebagian besar korban adalah petani yang tidak menggunakan alat pelindung diri, seperti sepatu bot atau sarung tangan saat bekerja.

“Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ular tanah. Ular jenis ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani secara medis,” katanya.

Dinkes Lebak saat ini menghadapi keterbatasan persediaan serum anti bisa ular (ABU) di 43 puskesmas. Pihaknya telah mengajukan permintaan 1.000 vial ABU ke PT Bio Farma di Bandung. Saat ini, ketersediaan ABU hanya terdapat di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Endang menjelaskan, penanganan awal terhadap korban dilakukan di puskesmas melalui observasi medis. Jika kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan, maka akan dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Baca Juga :  Polda Banten Bangun Budaya Tertib Lalu Lintas

Ketua Sahabat Relawan Indonesia (SRI), Muhammad Arif Kirdiat, mencatat dari Januari hingga Mei 2025 terdapat 28 warga Baduy yang menjadi korban gigitan ular, dengan dua orang di antaranya meninggal dunia.

“Sebagian besar korban terkena gigitan saat membuka ladang. Kami menekankan pentingnya penanganan medis karena metode tradisional seperti jampi-jampi tidak efektif,” ujarnya.

Muhammad Arif menyampaikan rencana mendatangkan serum ABU dari Thailand untuk menutupi kekurangan pasokan dalam negeri.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, berharap Pemerintah Provinsi Banten segera memenuhi kebutuhan ABU di wilayahnya.

“Kami harap Gubernur Banten bisa membantu menyediakan serum ABU di puskesmas kami, karena masyarakat Baduy tinggal di kawasan hutan dan sangat rentan terkena gigitan ular berbisa,” ucapnya. (eem/dam)

Berita Terkait

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
PKB Lebak Ajukan Empat Nama Calon Ketua DPC ke DPP
PBB Sawah di Lebak Ditiadakan untuk Lahan di Bawah 5.000 m²
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 April 2026 - 13:38 WIB

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Kamis, 16 April 2026 - 15:42 WIB

741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat

Rabu, 15 April 2026 - 15:40 WIB

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Jumat, 10 April 2026 - 11:13 WIB

ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak

Berita Terbaru

headline

Maryono: Pemkot Siap All Out Dukung Program Pusat

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:00 WIB

headline

Generasi Qur’ani Tumbuh, STQ Neglasari 2026 Berjalan Sukses

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:56 WIB