Saat Nataru, Warga Diminta Tetap Waspada

Senin, 23 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK
Sekertaris Daerah (Sekda) Lebak, Budi Santoso meminta agar warga tetap waspada saat memasuki Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pasalnya, cuaca saat masih tidak menentu, sehingga berpotensi dapat membahayakan warga.

“Kami minta warga tetap waspada saat Nataru. Karena cuaca kadang tidak menentu, sehingga khawatir berdampak kepada keselamatan warga,” kata Budi, Senin (23/12/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa waktu lalu, lanjut Budi, di Lebak terjadi beberapa bencana seperti longsor, banjir dan pergerakan tanah. Bahkan kini, sebanyak 261 jiwa korban bencana pergerakan tanah yang terjadi dua pekan lalu hingga kini masih tinggal di pos pengungsian.

Baca Juga :  83 Warga Lebak Terjangkit HIV

“261 jiwa korban pergerakan tanah. Saat ini mereka masih tinggal di pos pengungsian, kita tentunya juga memenuhi kebutuhan pangan mereka,” kata Budi.

Bencana pergerakan tanah di Kabupaten Lebak terdapat empat titik antara lain di Desa Cidikit (Kecamatan Bayah), Desa Penyaungan (Kecamatan Cihara), Desa Cijengkol (Kecamatan Cilograng) dan Desa Cimandiri (Kecamatan Panggarangan)

Keempat titik bencana pergerakan tanah tersebut sudah dilakukan penelitian dan pengamatan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Hasil penelitian dan pengamatan itu diperkirakan bisa diketahui setelah satu pekan ke depan untuk direkomendasikan, apakah masyarakat perlu dilakukan relokasi ke tempat yang lebih aman atau tetap tinggal di lahan kawasan rawan bencana.

Baca Juga :  DPRD "Kantongi" Tiga Nama Penjabat Bupati

“Itu nantinya hasil keputusan dari BPPTKG,” ujar Budi.

Terpisah, Kepala BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan jumlah warga yang tinggal di pengungsian gedung SMPN 8 dan tenda total sebanyak 261 jiwa dari 91 kepala keluarga (KK).

Untuk pengungsian di SMPN 8 Desa Cidikit Kecamatan Bayah tercatat 67 KK dengan 180 jiwa dan di tenda di Desa Panyaungan Kecamatan Cihara 24 KK dengan 81 jiwa.

Sedangkan jumlah rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 351 unit terdiri dari 121 unit , rusak sedang 15 unit dan rusak ringan 215 unit. (*)

Penulis : Eem

Editor : Chan

Berita Terkait

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 April 2026 - 13:38 WIB

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Berita Terbaru