Dari Tempat Mewah, Kopi Gelas Plastik Sampai Nasi Kotak
Di pagi hari yang sejuk nan indah itu, langkah-langkah penuh semangat memasuki pelataran Rumah Makan Ardes di bilangan Tigaraksa yang bernuansa joglo.
Usut punya usut, ternyata para pekerja kuli tinta yang dikenal susah untuk bangun pagi, yang melangkahkan kaki nya menghormati undangan coffee morning dari KPU Kabupaten Tangerang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti biasa sebagaimana layaknya coffee morning, para jurnalis disambut komisioner KPU dan para stafnya untuk menikmati kopi maupun teh.
Di lihat dari tempat yang terucukup mewah ini ada suatu keanehan, tidak ada satu pun pelayan resto ardes joglo, melainkan hanya beberapa staf KPU yang menjaga tempat ngopi yang memakai gelas plastik satu renceng berisi 50 cup seharga Rp 6 ribu, bukan gelas yang umumnya di pakai di moment coffee morning. Begitupun dengan snack atau kue nya, tidak dihidangkan mengunakan piring, melainkan sudah di masukin ke dalam kotak.
Puncaknya sebelum acara coffee morning berakhir para jurnalis mulai kasak kusuk saling berbisik.
“Ini kok di sekeliling kita tidak ada penampakan jamuan prasmanan makan-makan,” celetuk Juan Cuni, salah seorang wartawan online senior.
Ternyata eh ternyata dengan anggaran puluhan miliar dengan jumlah pemilih terbanyak nomor 4 se Indonesia, kinerja Sekretariat KPU Kabupaten Tangerang di bawah komando Sekretaris KPU Reva Kuswanto dalam menjamu puluhan jurnalis tak seindah yang dibayangkan.
“Ini kopi boleh bawa sendiri kali ya, masa iya tempat mah boleh, tapi makannya kita disuguhi nasi kotak,” kata Juan lagi yang ditimpali Alvian, sepertinya KPU yang katanya mempunyai anggaran dan pemilih terbesar se banten ini ngundang coffee morning beberapa wadah organisasi wartawan dengan jumlah undangan sekitar 50, hanya numpang pinjem tempat saja di Resto Cafe Ardes ini.
“Mendingan di kantor KPU coffee morning aja sekalian, ngapain pake ngungsi ke Ardes, mungkin seperti kata anak zaman now sekarang gaya bintang lima, kenyataanya kaki lima,” ketusnya sembari ketawa yang di sambut riuh ketawa jurnalis lainnya. (ard)
Penulis : ard
Editor : dwi teguh







