Waspada DBD di Musim Hujan, Dokter RS Permata Hati Berikan Cara Efektif Mencegahnya

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Memasuki musim hujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan.

Lingkungan yang lembap, genangan air, dan perubahan cuaca menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

DBD bukan penyakit ringan jika terlambat ditangani, penyakit ini bisa berujung pada komplikasi berat.

Oleh karena itu, memahami penyebab, gejala, serta cara pencegahannya sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Permata Hati Cikupa, dr. Daniel Adiya, Sp.PD, menuturkan, ada beberapa langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan pada memasuki musim penghujan.

Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, mencegah penyebaran DBD yang sangat efektif dengan menggerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan Menguras Menutup dan Mendaur ulang atai memanfaatkan kembali (3M).

Baca Juga :  11 Buah Ini Ternyata Mengandung Kalsium Tinggi, Bagus untuk Kesehatan

Serta memantau wadah air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, menabur bubuk larvasida pada tempat air yang sulit untuk dikuras, mengganti air vas bunga minimal setiap 2-3 hari sekali, mengeringkan air di alas pot bunga, memperbaiki saluran air dan lain-lain.

Bahkan dokter yang bertugas di RS Permata Hati beralamat, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang ini, mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam mengimplementasikan gerakan satu rumah satu jumantik, dengan menunjuk juru pemantau jentik (Jumantik), memastikan tidak ada jentik di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Mengenal Bahaya Campak pada Anak dan Dewasa

dr. Daniel mengingatkan, pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan perlindungan diri. Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di area genangan air atau banjir, disarankan menggunakan alas kaki atau sepatu bot untuk mencegah masuknya kuman penyakit melalui kulit.

“Masyarakat juga diminta tidak menunda untuk melalukan pemeriksaan medis. Jika muncul gejala demam yang tidak kunjung membaik dalam waktu tiga hari, warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat,” tegas dr. Daniel. (*)

Penulis : Den

Editor : Mas

Berita Terkait

Dinkes Kota Tangerang Optimalkan Program Cek Kesehatan Gratis di 39 Puskesmas
Terapi Radio Frekuensi, Inovasi Medis untuk Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran
Pemkot Tangerang Pastikan Ambulans Gratis 119 Siap Layani Kondisi Darurat, Begini Cara Mengaksesnya
Dinkes Pandeglang Latih Bidan FKTP
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Perkuat Edukasi Manajemen Stres Dan Dukungan Psikologi Awal
Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini
Stunting di Kota Tangerang Capai 5,4 Persen, Pencegahan Jadi Prioritas
Penyakit Hati Kronis: Kenali Gejala Awal dan Pemicunya
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 15:58 WIB

Dinkes Kota Tangerang Optimalkan Program Cek Kesehatan Gratis di 39 Puskesmas

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:44 WIB

Terapi Radio Frekuensi, Inovasi Medis untuk Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:58 WIB

Pemkot Tangerang Pastikan Ambulans Gratis 119 Siap Layani Kondisi Darurat, Begini Cara Mengaksesnya

Senin, 29 Juni 2026 - 13:27 WIB

Dinkes Pandeglang Latih Bidan FKTP

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:16 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Perkuat Edukasi Manajemen Stres Dan Dukungan Psikologi Awal

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Disnaker Kota Tangerang Bagikan Info Lowongan Kerja Terbaru Pekan Ini

Senin, 6 Jul 2026 - 16:14 WIB