bantenraya.co | SERANG
Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) DPD Serang Raya menyatakan dukungannya terhadap peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberantasan korupsi di Kabupaten Serang dan Kota Serang. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
Ketua DPD GMBI Serang Raya, Nasir Al Afghani, menekankan bahwa korupsi merupakan ancaman serius terhadap pembangunan di berbagai sektor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korupsi adalah penyakit yang merusak sistem pemerintahan dan perekonomian. Oleh karena itu, kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dalam mengawasi penggunaan anggaran negara, khususnya di wilayah Kabupaten Serang dan Kota Serang,” ujar Nasir, kemarin.
Nasir juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam memantau pelaksanaan program pembangunan yang bersumber dari anggaran APBN maupun APBD.
“Informasi dari masyarakat sangat penting untuk memperkuat kinerja aparat penegak hukum (APH), baik kejaksaan maupun kepolisian. Kami juga mengimbau APH agar bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku korupsi, siapa pun mereka,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara. “Anggaran pemerintah adalah uang rakyat, bukan milik pribadi atau golongan. Maka dari itu, jika ada indikasi korupsi sekecil apa pun, segera laporkan kepada pihak berwenang atau ke lembaga kami untuk diteruskan ke APH,” ujarnya.
Nasir juga mengkritik pemberantasan korupsi yang dinilai masih sebatas wacana. “Korupsi di Indonesia, termasuk di Banten, masih menjadi isu besar. Kita sering menyaksikan pemberitaan tentang operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap oknum pejabat maupun penegak hukum. Ini menunjukkan bahwa masalah korupsi masih mengakar kuat,” jelasnya.
Dalam rangka Hakordia, Nasir berharap momentum ini tidak hanya menjadi seremonial semata. “Peringatan ini harus menjadi refleksi untuk seluruh elemen masyarakat, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, agar sadar akan dampak buruk korupsi. Korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menambah beban masyarakat yang harus menanggung akibatnya,” pungkas Nasir.
GMBI DPD Serang Raya mengajak semua pihak untuk menjadikan Hakordia sebagai pengingat bahwa korupsi adalah musuh nyata yang harus dilawan. Nasir menutup dengan pesan agar institusi penegak hukum tetap konsisten dalam menjalankan tugas memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
(ian/ris)







