Huntap Korban Banjir Lebakgedong Masuk APBD Lebak 2026

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | LEBAK

Pemkab Lebak Siapkan Huntap Korban Banjir Lebakgedong

Pemerintah Kabupaten Lebak menyiapkan anggaran huntap korban banjir Lebakgedong sebesar Rp2,82 miliar melalui APBD Kabupaten Lebak tahun 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk pematangan lahan sebagai tahap awal pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak banjir bandang Lebakgedong 2020.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini muncul setelah para korban banjir bandang menyampaikan desakan kepada pemerintah daerah. Hingga kini, para korban masih menempati hunian sementara (huntara) dengan keterbatasan fasilitas. Warga berharap pemerintah segera membangun hunian tetap agar mereka dapat tinggal secara layak dan aman.

DPRD Lebak Dorong Percepatan Pembangunan Hunian Tetap

Baca Juga :  Warga Lebak Dilarang Kerja ke Kamboja, Myanmar dan Thailand

Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menyatakan Pemkab Lebak menyiapkan sekitar Rp2 miliar untuk kegiatan cut and fill di lokasi huntara Lebakgedong. Tahapan tersebut menjadi langkah awal sebelum pemerintah daerah memulai pembangunan huntap.

“Dari APBD, Pemkab Lebak mengalokasikan kurang lebih Rp2 miliar untuk pematangan lahan,” ujar Juwita, Sabtu (17/1/2026).

https://bnpb.go.id/

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan Pemkab Lebak mengambil langkah tersebut karena belum ada kepastian penanganan dari Pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah pusat terkait pembangunan huntap bagi korban bencana. Padahal, banjir bandang merupakan salah satu bencana alam yang penanganannya menjadi perhatian nasional sebagaimana tercantum dalam kebijakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Baca Juga :  Razia Sekaligus Layanan Cepat, Samsat Cikokol Permudah Warga Bayar Pajak di Tempat

Korban Banjir Bertahan Lima Tahun di Huntara

Menurut Juwita, kondisi tersebut mendorong Pemkab Lebak bergerak cepat agar persoalan hunian korban bencana tidak berlarut-larut. Para korban telah bertahan lebih dari lima tahun di huntara sejak banjir bandang Lebakgedong 2020 yang sebelumnya telah diberitakan.

Ia menegaskan DPRD Kabupaten Lebak akan terus mengawasi penggunaan anggaran agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.

Sementara itu, Zaenudin, tokoh pemuda Kecamatan Lebakgedong, menyatakan akan terus mengawal percepatan pembangunan huntap hingga pemerintah benar-benar merealisasikannya. (eem/dam)

Berita Terkait

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak
Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api
90 Desa Berpotensi Kekeringan
Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat
Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi
ATR/BPN Perkuat Legalitas Tanah Ulayat di Lebak
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:40 WIB

Sinergi KDMP dan MBG Diyakini Tekan Kemiskinan di Lebak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lebak Usulkan Dua Flyover di Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Jumat, 17 April 2026 - 13:45 WIB

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 April 2026 - 13:38 WIB

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Berita Terbaru